My Sri Mulyani

Sambil lihat-lihat buku dan majalah edisi lama di rak sederhana lantai satu Plasa Marina, dia tiba-tiba memecah diam.

“Aku jadinya di Unair, Nezh.”

Aku kaget, beneran kaget. Mata membelalak sempurna, mulut ternganga. Berulang kali mengklarifikasi. Sumpah? Sumpah? Sumpah?

“Tadi malem udah ngomongin bareng sama bapak ibuku. Yaa.. Unair.”

Sampai akhirnya dia  cerita dengan berurutan, menjawab segala pertanyaan yang memenuhi otak, satu persatu. Aku mahfum sambil melongo.

Jadi dia mengisi pilihan undangannya di Unair. dengan nilai tertinggi, jauh diatas rata-rata. Dapat dipastikan dia bisa masuk. Kasarnya, keterlaluan kalo Unair nggak nerima siswa kayak dia.

Dia, adalah orang pertama yang kutemui begitu khusyuk dan tulus dalam belajar. Total. Melihatnya menjadi dewa abadi pun nggak heran lagi. Awalnya mengira dia adalah sosok yang akan membuat orang disekelilingnya nggak nyaman. Eh, ternyata enggak.

Dari kelas XI, dia udah bercerita kalau dia pingin banget masuk Ilmu Ekonomi UI. Sampai akhirnya aku tahu, kalo ternyata dia hafal nama alumni-alumni FE yang sekarang kita sering dengar namanya di televisi. Mulai dari menteri-menteri dari periode kapan, pejabat-pejabat BI sampai Afgan. Dia tahu sesuatu yang kami teman-temannya nggak terlalu ngeh. Dia selalu update tentang FE. Ah, pernah juga di suatu pagi dia dengan semangat nunjukin aku sebuah foto di hapenya.

“Nezh, aku punya foto Afgan pas lagi ospek!”

“Semangat Ilmu Ekonomi UI!” lanjutnya.

Dia suka Afgan, karena Afgan dulunya pernah jadi mahasiswa FE UI. Itu saja.

Gambaran tentang dia di UI dengan jakunnya begitu jelas di pikiranku.  Dia akan lebih banyak belajar, bertemu orang-orang baru, nggak lagi Study-oriented, bertemu bahkan berdiskusi dengan orang-orang yang dikaguminya. Membayangkannya saja aku ikut senang.

Ya, Kalau emang takdirku di UI, pasti adaaa aja jalannya. Mungkin nanti aku ikut Simak UI. hehehe

Aku ikutan sedih. Beberapa orang pasti paham sekali perasaannya. Masalah lama: ridho orang tua. Sekali lagi aku dibuat amazed dengan sifatnya yang… sangat patuh. Menurutku ini positif..

Semoga dimudahkan, Clar. Yang terbaik… Yang terbaik… InsyaAllah, Dia lihat semua doa setelah sholatmu yang luuuamaaa itu. Ikhtiar yang nggak kami lihat di kelas, Allah lihat.

Aku dukung kamu, secara pribadi.

Apapun, tetep semangat, My Next Sri Mulyani!

Sedikit tentang Februari

February is great.

Di bulan Februari banyak hal keren terjadi. Mulai dari ketemu orang-orang baru dan sangar di tanggal 4-5, kaget dan galau di tanggal 7-10, baca 7 Keajaiban Rezeki, baca Nasional.Is.Me nya Pandji di tanggal 14, sampai bikin blog baru di tanggal 17 (hm, menurutku ini keren)

Iya, tanggal 4-5 Februari 2012, Arek Suroboyo UI atau ASUI mengadakan acara Tryout dan Bedah Kampus. Tryoutnya, aku ketemu sama seorang teman baru ^^ Sangar-gonna be juga. She did LOA to me :)

“Hore! aku juga pingin UI, selamat berjuang teman sekampus!”

Yaa… meskipun tidak menutup kemungkinan Si Teman Baru ini bilang gitu cuma basa-basi sih… tapi diluar itu semua aku menyadari betapa berharganya hal-hal seperti ini. Menurutku itu seperti  Law of Attraction yang eksternal.

Selain itu, membuka file-file lama di laptop sepertinya harus dirutinkan. Karena banyak treasure tersimpan yang belum dijamah selama ini. Ternyata aku pernah download ebook-nya Pandji Pragiwaksono.

Nggak bisa berhenti sampai selesai di page terakhir. Di e-book itu, awalnya dijelaskan alasan-alasan yang akan membuka wawasan betapa potensialnya kita; Indonesia menjadi bangsa yang besar dan maju. Lewat cerita-cerita masa muda, kesempatan keliling Indonesia, opini-opini Pandji yang bisa bikin ‘ngeh’. Aku merekomendasikan ebook ini untuk dibaca oleh teman-teman yang skeptis dengan bangsa ini, yang nggak mau hidup di Indonesia setelah dewasa nanti.

Ya, belum tentu bisa berubah langsung jadi cinta sih, yaa.. minimal orang tersebut mengetahui. Kalo kata Pandji “We are what we know.” Intinya Mas Pandji ini ngasih tau kita, ‘Nih Indonesia tuh indah, hebat, dan butuh agent of change dari tiap bidang untuk bisa semakin hebat.’ Karena ebook ini persuatif, aku dengan sendirinya merasa tertantang untuk mengetahui lebih jauh, membuktikan dengan mata kepala sendiri tentang Indonesia, berpikir dan melakukan sesuatu, meresapi goresan Allah di belahan bumi pertiwi, menyaksikan harapan dan semangat di mata bening anak-anak di pelosok negeri. Indonesia membutuhkan kita.

Lumayan menginspirasi.

Eh, itu saja. Aku ditungguin Tissa di rumahnya. Tissa pingin masuk UI Komunikasi atau Fikom UNPAD. Doakan dia ya!

“….. Tapi jujur ae, aku emang bukan orang yang kayak.. apa? cinta Indonesia? yaaa whatever. Nasionalisme whatever itu….”

:)

Kenapa?

Melihatmu, seluruh perasaan campur aduk berjejalan memasuki rongga dada. Ini kenapa?

Gagal. Total.

Gagal membersamai, terlalu asyik dengan dunia sendiri, lupa ada berlian yang harus dijaga, ditemani. Harusnya aku bisa kayak mbak itu, harusnya aku bisa!

Tapi…… ini kenapa?

Hikmahnya, dengan ini aku harus masuk situ. Dan taun depan kita akan ketemu lagi, kita akan sama-sama lagi. Ketemu orang sangar-sangar lagi. Semesta kita akan sama, kau akan kupegang untuk kedua kalinya. Lebih kuat, lebih erat. Karena aku takkan membiarkan diriku merasa terpuruk di depanmu untuk kedua kalinya.

 

 

 

 

 

Annyeonghaseyooooo..

Ah, oke.

Jadi aku lagi ada di ‘rumah’ baru. Hm… sepertinya asik, juga banyak yang harus dijelajahi di site ini .-. Alasan meninggalkan blog lama adalah tidak lain tidak bukan karena lelah harus reset password TIAP login. Lelah. Lelah.

Itu alasan teknisnya, alasan  keduaaaaaaa… karena blog itu cupu. Entahlah, salah satunya too much promises to be productive tapi tidak terlaksana. Sedikit malu.

Di wordpress ini rasanya tiap empu blog  semacam (dituntut) dewasa dan kritis (ini hasil pengamatan) Karena link-link keren biasanya dateng dari blognya wordpress.  Semoga hal tersebut terbawa dalam tulisan-tulisan yang akan datang. Yaahh kalau memang harus menye-menye, yaa.. minimal menye-menye yang elegan lah.

Eh, itu saja.

Salam hangat.

Sangar- gonna be,

Nezha Fathiroh